Just another Blog2.plasa.com weblog
>KISAH SAHABAT RASUL
Abu bakar dan Ustman bin Affan adalah dua sahabat Rasul yang bersahabat sejak kecil, juga relasi dalam berbisnis. Suatu ketika abu bakar mengajak ustman untuk menyatakan kesetia’an dan keimanan atas di utusnya Muhammad bin abdullah sebagai nabi dan utusan Allah swt. Ustman pun menyambutnya dengan baik , walaupun waktu itu pihak keluarganya tidak ada yang suka terhadap ajaranyang di bawa nabi.
Faktor keluarga bagi ustman bukanlah suatu penghalang, sebab ustman berkeyakinan bahwa ajaran yang di bawa oleh Nabi adalah suatu kebenaran yang sesungguhnya, memang pada awalnya ustman bin affan merasa khawatir juga terhadap reaksi yang bakal muncul bila keluarganyatahu, bahwa ia sudah beriman dan menjadi pengikut nabi, maka ustman pun tidak luput dari siksa’an dan cacian yang luar biasa dari keluarganya.
Salah seorang paman ustman bin affan yang bernama Hakam , terlihat sangat marah melihat ustman telah menjadi pengikut nabi , sehingga dia mengikat tangan dan kakinya, serta mengucilkannya dari pergaulan keluarganya dan mengurungnya dalam kamar yang gelap serta dengan siksa’an-siksa’an yang lainya, tetapi semua siksa’an itu membuat ustman bersemangat untuk lebih berani berbuat demi menegakkan kebenaran dan membuat Ustman lebih tabah dan penuh kesabaran hati.
8 Jan
Pada suatu kesempatan , Rasulallah berkunjung ke ladang perkebunan milik ummu Fasyar al-Anshariyah.
Rasulallah memperhatiakan tanaman kurma yang di rawat oleh seorang wanita itu . Beliau sangat tertarik atas amal karya Ummu fasyar yang tampa pamrih untuk kepentingan orang banyak dan memperoleh manfa’at dari hasil kebun itu .
Melihat hal itu Rasullah bersabda. “Seorang muslim yang menanam tanaman muda atau tua yang panjang umurnya , lalu buahnya atau daunnya di makan oleh manusia , hewan, burung atau binatang buas , semuanya merupakan sedekah baginya.
Seorang muslim memang haruslah punya jiwa dan pemikiran menanam untuk orang lain , suatu karya amal yang di landasi ketawakalan atau pasrah diri pada Allah Swt, dan di semangati jiwa tanpa pamrih , demi kepentingan umum.